Makna Paskah


Kata “Paskah” berasal dari kata Ibrani Pesach yang berarti “melewatkan”. Dalam Perjanjian Lama, Kel 12:2-13, TUHAN menjalani (mengelilingi) seluruh tanah Mesir dan membunuh setiap anak sulung bangsa Mesir, tetapi TUHAN MELEWATI rumah orang Israel yang pintu dan ambang pintunya telah dilumuri dengan darah anak domba/kambing. Harus ada tanda dilumuri darah binatang (domba/kambing) supaya tidak ada pembantaian anak sulung bangsa Mesir. Ul 16:1-2 “Ingatlah akan bulan Abib dan rayakanlah Paskah bagi Tuhan Allahmu, yang membawa engkau keluar dari Mesir pada waktu malam”.

 

Maka engkau harus menyembelih kambing,domba dan lembu sapi sebagai korban Paskah bagi Tuhan Allahmu, di tempat yang akan dipilih Tuhan untuk membuat namaNya diam di sana. Ini korban perdamaian, setiap setahun, imam besar masuk dengan pakaian kebesarannya, masuk ruang Maha Kudus, disitu ada tabut perjanjian dan imam besar juga membawa darah anak domba yang disembelih untuk korban perdamaian / pengampunan dosa.

Dan di dalam Perjanjian Lama, ini adalah sebagai tanda dari apa yang akan digenapkan di Perjanjian Baru, yaitu

1 Kor 5:7b “Sebab anak domba paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus”. Tuhan Yesus sebagai domba korban paskah, yang disembelih, untuk apa? Suatu karya penebusan, korban yang dikerjakan Bapa di Surga lewat anakNya, Tuhan kita. Dia yang turun dari Surga, yang tidak berdosa, dijadikan berdosa oleh karena pelanggaran kita, dan Ia telah menjadi korban untuk perdamaian kepada Bapa di Surga, bukan lagi darah binatang yang imam besar bawa, tapi korbannya tidak bercacat, bernoda, yaitu diriNya sendiri.

Di dalam Mat 26:28, Yesus tahu ini adalah tujuan ilahi dari Bapa di Surga untuk Dia, Dia tidak mengeluh, dan Dia menggenapkan semua nubuatan yang ada dan menuntaskannya sampai garis akhir. Tapi kita percaya, Yesus tidak mati, tapi Yesus menyerahkan nyawaNya, alam maut tidak berkuasa atasNya, karena pada hari ketiga, Dia bangkit dan hidup untuk selama-lamanya.

Lewat korban Darah Yesus:

  1. Kita yang percaya/tinggal di dalam Dia, kita dilayakkan, dikuduskan, disucikan dan kita bisa masuk ruang Maha Kudus/Mahligai (secret place). Menyembah yang Maha Kuasa dan masuk ke dalam keintiman. Ini adalah rahasia kekuatan orang percaya, disini sesuatu terjadi. Coba cek hidup penyembahan kita, saat teduh kita, kapan terakhir kali merasakan hadiratNya? Apa sudah biasa, tidak merasakan apa-apa?

 

  1. Why 12:11, oleh Darah Anak Domba kita akan mengalahkan iblis, oleh perkataan kesaksian kita maka iblis dikalahkan. Punyailah keintiman dengan Tuhan, sehingga kita akan mengatakan mati adalah keuntungan bagiku, dan pakailah kuasaNya untuk menjadi saksiNya.
  2. Why 5:9, oleh darahNya, menjadi tanda bahwa kita adalah milik Kristus.

Lewat kematian Yesus, kita tahu bahwa iblis tidak tahu apa yang menjadi rancangan Bapa, buktinya iblis merancang kematian Yesus, iblis tidak tahu kalau Yesus akan bangkit dan mengalahkannya, kerajaan iblis tergoncang oleh karena darah Yesus tercurah, sebagai penebus dosa kita.

Mari lewat Paskah ini, kita lebih intim lagi dengan Tuhan, bangkit dan jangan pernah menyerah, karena kita percaya Dia yang memberi kemenangan dan kita akan memperoleh hidup yang kekal bersamaNya selama-lamanya. Amin.

 

Pdp. Ramli